Tentang Hak Asasi Manusia dan Kabut Asap
Dua tahun tinggal di Belanda membuatku terbiasa mengecek kualitas udara melalui Air Quality Index (AQI), yang tersedia di aplikasi cuaca di gawaiku. Selama dua tahun itu pula, aku menjadi jauh lebih aware terhadap isu “lingkungan”, terutama karena aku belajar tentang pengelolaan lingkungan perkotaan. Seminggu ini aku berada di Kalimantan, dan aku tidak pernah merasa sesedih ini melihat bagaimana lingkungan di Indonesia dikelola . Tanpa perlu mengecek Air Quality Index di gawaiku—yang ternyata tidak tersedia untuk Banjarbaru—aku tahu bahwa kualitas udara di sini buruk. Aku yang memang sensitif terhadap asap bisa merasakan betul dampak buruk kualitas udara ini. Sesaat setelah turun dari pesawat, aku langsung terbatuk-batuk. Mataku juga terasa pedih. Meskipun sudah memakai masker sejak di dalam pesawat, nyatanya masker pun tidak bisa sepenuhnya melindungiku. Dan hebatnya, tidak semua orang memakai masker. Padahal, udara jelas buruk. Bau “gosong” menembus masker dan kabut asap tebal meny...